Nutrisi | Monday 22 Jul 2019

Yuk! Ganti 4 Sehat 5 Sempurna dengan Konsep Gizi Seimbang

Ibu sudah taukah bahwa konsep 4 sehat 5 sempurna kini sudah diganti menjadi konsep gizi seimbang?

Jargon 4 sehat 5 sempurna tentunya telah tertanam dibenak Ibu, pasalnya jargon tersebut ternyata telah ada sejak tahun 1950 yang dipopulerkan oleh Guru Besar Ilmu Gizi pertama Indonesia yaitu Prof. Poerwo Soedarmo. Semakin berkembangnya kondisi kesehatan masyarakat Indonesia, maka jargon tersebut perlu diganti. Melalui serangkaian evaluasi dan penelitian oleh para ahli, kemudian jargon tersebut diganti dengan konsep Gizi Seimbang.

Saat ini pemerintah Indonesia tengah menggalakkan konsep gizi seimbang melalui Kementrian Kesehatan. Konsep tersebut dikampanyekan dengan slogan Isi Piringku. Jika sebelumnya 4 sehat 5 sempurna adalah kombinasi makan dengan makanan pokok, sayur, lauk-pauk, buah-buahan dan disempurnakan susu. Isi Piringku lebih mengedepankan keseimbangan dalam asupan sehari-hari, dimana dalam konsep sebelumnya, variabel keseimbangan belum digalakkan.

Pedoman gizi seimbang Isi Piringku, terdiri atas 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya merupakan protein dan karbohidrat. Pembagiannya bisa digambarkan 5 -15% terdiri atas protein, 25-35% lemak, 40 - 60% terdiri atas karbohidrat. Namun pembagiannya tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tiap individu. Jika ibu ingin menerapkan dalam sebuah piring, contohnya begini : dalam satu piring ada 2 centong nasi, sayuran sebanyak 100 gram, apel 1 buah, dan dada ayam sepotong. Proporsi tersebut sudah cukup memenuhi anjuran pada konsep gizi seimbang. 

Pedoman gizi seimbang tidak hanya berfokus pada asupan makanan saja lho, Bu. Terdapat juga himbauan tentang batasan konsumsi gula, garam dan lemak pada asupan harian. Selain itu setidaknya ada 13 pesan dasar yang menjadi himbauan pemerintah untuk menjaga kesehatan masyarakat. Dari 13 pesan dasar itu dibagi lagi menjadi 4 pilar. Yuk kita simak apa saja keempat pilar tersebut.

  1. Dianjurkan untuk mengonsumsi jenis makanan yang beragam
  2. Kebutuhan nutrisi untuk tubuh amat beragam, sedangkan tidak ada makanan yang mampu memberikan gizi lengkap hanya pada satu jenis makanan saja. Mengnsumsi makanan yang beragam dimaksudkan supaya tubuh mendapatkan gizi yang beragam. Meski begitu, pemilihan makanan tidak boleh sembarangan dan tetap memerhatikan proporsi yang telah dianjurkan.

  3. Menerapkan perilaku hidup bersih
  4. Hidup bersih sangat berguna untuk menjauhkan diri dari terinfeksi kuman, bakteri serta virus yang dapat mengganggu kondisi kesehatan. Nah, jika tubuh terkena infeksi maka akan memengaruhi gizi pada tubuh kita juga. Tubuh akan sulit menyerap gizi jika tubuh terinfeksi, sedangkan untuk penyembuhan diperlukan asupan gizi yang banyak sehingga tubuh bisa kembali bugar. Sehingga sangat penting untuk menjaga kebersihan supaya kesehatan terus terjaga dan asupan gizi bisa terus lancar.

  5. Usahakan untuk aktif secara fisik
  6. Keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik juga harus diperhatikan lho, Bu. Jangan sampai aktivitas fisik sangat minim sedangkan asupan makanan berlimpah, karena dapat berpotensi menyebabkan obesitas dan mencetuskan penyakit-penyakit berbahaya lainnya. Sebaiknya perhatikan juga aktivitas fisik harian, jika dirasa aktivitas fisik sangat banyak maka perlu diseimbangkan dengan asupan makanan yang lebih banyak.

  7. Perhatikan kondisi badan, mulai dari tinggi badan dan berat badan
  8. Usahakan untuk menjaga agar berat badan dan tinggi badan berada pada angka ideal sesuai dengan indeks massa tubuh pada 18,25 - 25. Cara menghitungnya cukup mudah, yaitu berat tubuh (dalam kg) dibagi (tinggi badan dalam kilogram dikalikan dua).

    Setelah mengetahui 4 pilar tersebut, berikut ini adalah poin dasar yang dianjurkan pada Pedoman Gizi Seimbang. Ibu bisa menerapkannya di rumah dengan mengajarkan pesan-pesan kesehetan ini kepada si Kecil dan seluruh anggota keluarga:

    1. Mensyukuri keanekaragaman makanan, dengan mengonsumi berbagai jenis makanan yang berbeda setiap hari.
    2. Perbanyak makan sayur dan makan buah yang cukup. Vitamin dan mineral pada sayur dan buah sangat berguna bagi kebugaran tubuh karena banyak mengandung serat dan zat gizi yang baik.
    3. Konsumsilah lauk pauk yang memiliki kandungan protein yang tinggi.
    4. Bergantian dalam mengonsumsi sumber makanan pokok, seperti nasi yang bisa subtitusi dengan umbi-umbian, jagung dan gandum.
    5. Disiplin dalam pemakaian garam, gula dan lemak. Usahakan untuk membatasi konsumsi bahan-bahan tersebut karena dapat memicu banyak gangguan kesehatan.
    6. Biasakan untuk sarapan sebelum pukul 9 pagi. Sebaiknya saat sarapan dapat memenuhi sekitar 15-30 persen asupan yang diperlukan tubuh selama seharian.
    7. Penuhi kebutuhan air harian yang diperlukan oleh tubuh yaitu sekitar 2 liter untuk orang dewasa atau disesuaikan dengan aktivitas dalam seharian. Terpenuhinya kebutuhan air dapat memperlancar metabolisme dan peredaran darah, karena pada dasarnya tubuh kita terdiri atas cairan.
    8. Teliti dalam membeli makanan, perhatikan label yang tertera pada kemasan makanan. Ibu perlu teliti dalam membaca label makanan, sebaiknya pastikan kandungan yang ada pada makanan tersebut memiliki kandungan garam, gula dan lemak yang tidak berlebihan.
    9. Cuci tangan pakai sabun.
    10. Lakukan aktivitas fisik secara rutin.

    Nah, itulah tadi konsep gizi seimbang yang dapat membantu mengontrol asupan makanan sehari-hari Ibu dan keluarga. Diharapkan dengan mengonsumsi makanan yang seimbanga dapat semakin meningkatkan kualitas kesehatan dan terhindar dari berbagai macam gangguan kesehatan.

        

Artikel

Sudah Tau Manfaat Susu Tinggi Protein Untuk Si Kec...

Lihat

Kenali Manfaat Vitamin Pada Susu Untuk Pertumbuhan...

Lihat

Jenis Makanan Kaya Omega 3 Yang Baik Untuk Pertumb...

Lihat

Kenali Manfaat Minyak Ikan Bagi Pertumbuhan Anak

Lihat